Header Ads

Penyebab Luis Milla Hijrah ke Real Madrid dari Spanyol

Pelatih Indonesia, Luis Milla, saat melatih timnas indonesia
Sportsartikel.com - Jauh saat sebelum menjadi pelatih Timnas Indonesia, pada dini Januari 2017 sampai Oktober 2018, Luis Milla merupakan pemain andal. Pria asal spanyol ini pernah sempat membela 2 tim elite spanyol, Barcelona serta Real Madrid.

Luis Milla bisa dibilang produk Barcelona. Dia mencicipi tim usia muda di Barcelona sejak 1983. Kemudia, pada 1984 ia melakoni debut di La Liga.

Dia mengalami pasang surut karier semasa di Barcelona. Pria kelahiran Teruel, 12 Maret 1966 ini, berupaya bertahan, tetapi pada Juli 1990, dia resmi meninggalkan Blaugrana, menyeberang ke tim rival abadi; Real Madrid.

Luis Milla jadi bagian Real Madrid sejak 1 Juli 1990. El Real memboyongnya tanpa mengeluarkan uang alias gratis. Saat itu, usia Luis Milla 24 tahun.

Dia menjadi satu dari sedikit pemain yang berani pindah ke klub rival. Seperti diketahui, pemain yang pindah dari Barcelona ke Real Madrid, dan sebaliknya, kerap jadi pembicaraan dan bahkan mendapatkan cap sebagai pengkhianat.

Luis Milla mengaku merasakan itu semua. Dia pula mengungkapkan proses kepindahannya ke Real Madrid, bukan suatu hal yang gampang.

"Saat itu media ramai membicarakan kepindahan saya," kata Luis Milla dalam wawancara, dikutip dari Mundo Deportivo.

"Saya memiliki kenangan berharga, yang bagus ataupun tidak. Saat itu, situasinya susah serta pada kesimpulannya, aku merasa semacam dituntut buat berangkat ke Madrid," lanjutnya.

"Memang benar terdapat momen kontroversial serta keraguan, untuk mencapai kesepakatan dengan Barca. Suasana ini yang membuat Madrid tertarik pada aku, dan saya pun berangkat," imbuh mantan gelandang bertahan itu.

Pada 1988, saat sudah dipastikan promosi ke tim utama, Luis Milla yang semestinya menemukan perpanjangan kontrak malah ikut serta dalam suasana tidak mengasyikkan dengan manajemen klub serta pelatih Barcelona saat itu, Johan Cruyff.

Kemudian berangkat dari Camp Nou jadi keputusan terbaik yang diambil Luis Milla.

Berbulan- bulan Tidak Dimainkan Barcelona
Mantan pemain Barcelona dan Real Madrid sedang melatih pemain Timnas Indonesia 
Luis Milla mengaku masih ingat benar momen- momen terakhirnya di Barcelona.

"Saya melewati 5 ataupun 6 bulan yang rumit, berbulan - bulan tidak dimainkan. Pelatih lebih mementingkan kepentingan klub dibanding saya. Jadi, saya akhirnya bermain di Real Madrid. Saya berlabuh di klub besar dan saya di sana selama 7 tahun," tuturnya.

Pada awal gabung, Luis Milla pernah dihantam cedera. Namun, dia berhasil bangkit serta sukses masuk skuad inti dan berkontribusi atas raihan 2 gelar La Liga serta satu trofi Copa Del Rey.

Di sisi lain, bisa bermain buat dua klub raksasa di La Liga jelas pengalaman luar biasa untuk seorang pemain. Luis Milla mempunyai pemikiran tersendiri terkait Real Madrid serta Barcelona.

Pria yang saat ini berumur 54 tahun ini menyangka Real Madrid mempunyai sistem pencarian bakat yang bagus, namun barcelona lebih tersistem dalam perihal konsep dan ide dasar bermain sepak bola. Sistem ini membuat segala pemain Blaugrana mempunyai kesamaan konsep bermain dengan tim utama, sehingga mempermudah pemain yang promosi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.